BI Prediksi Bencana Sumatera Tekan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2025

bencana

Bank Indonesia memprediksi rangkaian bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera menekan pertumbuhan ekonomi nasional. Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami gangguan aktivitas ekonomi signifikan. Aktivitas produksi, distribusi, serta konsumsi masyarakat terhenti selama lebih dari satu bulan pascabencana. Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyampaikan bahwa gangguan tersebut berdampak langsung terhadap kinerja ekonomi nasional. Dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Desember 2025, BI menyebut hasil asesmen sementara menunjukkan penurunan produk domestik bruto nasional sekitar 0,017 persen. Angka ini mencerminkan hilangnya output akibat kerusakan aset produktif, terganggunya rantai pasok, serta menurunnya mobilitas masyarakat. BI menegaskan estimasi tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring masuknya data lapangan yang lebih lengkap.

Tekanan Sosial Ekonomi dan Stabilitas Harga

Bank Indonesia menilai dampak bencana tidak hanya tercermin dari angka pertumbuhan, tetapi juga tekanan sosial yang muncul. Banyak pelaku usaha kecil dan mikro terpaksa menghentikan operasional sementara akibat kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan masyarakat dan daya beli rumah tangga. Gangguan distribusi barang turut memicu fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan strategis. BI mencatat harga daging ayam ras dan cabai rawit sempat mengalami kenaikan terbatas di beberapa daerah. Meski demikian, Bank Indonesia memastikan inflasi nasional masih berada dalam kisaran yang terkendali. Inflasi tercatat sedikit di atas titik tengah target 2,5 persen, namun masih dalam rentang sasaran kebijakan. BI bersama pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi. Pemantauan harga dilakukan secara intensif untuk mencegah lonjakan yang berlebihan akibat gangguan pasokan.

Proyeksi Tetap dan Fokus Pemulihan Ekonomi

Meski menghadapi tekanan akibat bencana alam, Bank Indonesia menegaskan tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap diperkirakan berada pada kisaran 4,7 hingga 5,5 persen. BI menilai fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menopang pemulihan. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana justru berpotensi mendorong kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Pembangunan kembali infrastruktur diharapkan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Bank Indonesia mendorong percepatan pemulihan infrastruktur produktif agar distribusi dan aktivitas usaha kembali normal. BI juga menekankan pentingnya mitigasi bencana sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi risiko serupa di masa mendatang.