Akhir dekade 1990-an adalah masa keemasan awal internet. Tahun 1998, dunia maya dipenuhi euforia “dot-com boom” yang membawa warna baru dalam cara orang berinteraksi dengan teknologi. Saat itu, portal seperti Yahoo!, Lycos, Excite, hingga MSN menjadi gerbang utama masyarakat menjelajahi dunia maya. Portal-portal ini tidak hanya menyediakan direktori situs, tetapi juga email gratis dan mesin pencari sederhana. Perusahaan bahkan gencar beriklan di televisi, mencoba merebut perhatian publik agar menjadi pintu masuk utama internet. Di tengah riuhnya persaingan portal, perang browser pun memanas. Internet Explorer (IE) dari Microsoft perlahan menggeser Netscape Navigator dengan strategi jitu: membundel IE langsung ke dalam Windows yang sudah merajai komputer pribadi. Netscape mencoba melawan dengan membuka kode sumbernya hingga melahirkan proyek Mozilla, namun dominasi Microsoft tak terbendung. Puncaknya, Netscape diakuisisi AOL pada akhir tahun, menandai runtuhnya salah satu pelopor internet 1998.
Perubahan Tampilan Web dan Geliat E-Commerce
Selain perang teknologi, tahun 1998 juga mencatat perkembangan penting dalam desain web. Prinsip “form follows function” mulai digaungkan, mendorong tampilan situs agar lebih rapi, ringan, dan mudah digunakan. Standar web seperti CSS 2, XML, dan DOM difinalisasi, menjadi pondasi bagi wajah internet modern. Dari sisi bisnis, Amazon menjadi sorotan. Perusahaan yang awalnya hanya menjual buku itu mulai memperluas jangkauan ke penjualan CD musik, serta mengakuisisi Junglee dan Planet All. Langkah agresif ini memicu perubahan lanskap e-commerce, membuat pesaing tradisional seperti Tower Records kian terdesak. Tidak hanya Amazon, raksasa baru seperti eBay dan GeoCities juga melepas saham perdana (IPO), memperlihatkan gairah besar investor terhadap bisnis berbasis internet. Internet tahun 1998 pun dikenang sebagai awal kebangkitan belanja online dan komunitas digital.
Google, Titik Balik Dunia Pencarian Online
Namun, sorotan terbesar tahun 1998 datang dari dua mahasiswa Stanford, Larry Page dan Sergey Brin. Pada 4 September, keduanya resmi mendirikan Google Inc. sebagai mesin pencari baru yang masih berstatus beta. Meski kecil, Google tampil berbeda dengan memberikan hasil pencarian lebih cepat dan relevan dibanding pesaingnya seperti AltaVista. Tidak ada yang menduga, mesin pencari sederhana ini kelak merevolusi internet dan mengubah perilaku pengguna. Kehadiran Google menjadi titik balik: orientasi internet bergeser dari portal dan direktori menuju pencarian yang lebih personal dan efisien. Kini, hampir tiga dekade kemudian, warisan 1998 masih terasa. Dari perang browser, lahirnya standar web, hingga lahirnya Google, semua peristiwa itu membentuk fondasi cara kita berinteraksi di dunia maya hingga hari ini.

