Musisi kenamaan Andra Ramadhan kembali memberi kejutan bagi pencinta musik Indonesia. Pada 14 September lalu, ia merilis versi terbaru lagu Lagi Dan Lagi melalui proyek solonya, Andra Ramadhan Project. Karya ini menjadi wujud eksplorasi Andra di luar Dewa 19 maupun Andra and The Backbone (AATB). Dua band yang membesarkan namanya. Dalam keterangan singkat di bio Instagram resminya, Andra menyebut proyek ini mengusung nuansa Ambient Pop dengan karakter yang lembut, tenang, dan jauh berbeda dari aransemen sebelumnya.
Aransemen Lembut dan Kolaborasi Keluarga
Lagu Lagi Dan Lagi, yang dahulu populer bersama AATB, kini dikemas ulang dengan tempo lebih pelan, dihiasi efek ambient dari gitar dan synth pad yang menghasilkan kesan dreamy. Hasilnya, pendengar diajak masuk ke suasana melankolis yang mendalam. Perilisan ini semakin spesial karena melibatkan putra Andra, Zavi, yang mengisi part gitar akustik. Kehadiran Zavi menambah warna emosional, sekaligus menegaskan dimensi personal dari karya ini. Sebelumnya, lagu ini juga pernah dihadirkan dalam versi akustik stripped-down, namun edisi terbaru menawarkan pengalaman mendengar yang berbeda dan lebih menyentuh. Saat ini single tersebut sudah tersedia di Apple Music, sementara platform lain seperti Spotify akan menyusul. “Single LAGI DAN LAGI udah bisa kalian dengar di APPLE MUSIC, untuk Spotify dll menyusul segera, enjoy!! ❤️,” tulis akun resmi Andra Ramadhan Project pada 15 September.
Warisan Musik, Generasi, dan Kreativitas
Lebih dari sekadar rilisan baru, karya ini mencerminkan perjalanan panjang seorang musisi dalam mencari bentuk ekspresi yang terus berkembang. Andra, yang selama ini dikenal lewat gebrakan di panggung rock bersama Dewa 19 maupun AATB, kini memperlihatkan sisi reflektif yang tak kalah memikat. Sentuhan ambient yang lembut seolah mengajak pendengar menenangkan diri di tengah hiruk pikuk zaman. Keterlibatan anaknya juga menjadi simbol regenerasi, memperlihatkan bagaimana musik dapat diwariskan sekaligus diperbarui sesuai konteks zaman. Dalam kacamata sosial, langkah Andra menandai pentingnya keberanian seniman untuk terus bereksperimen, agar karya klasik tak sekadar nostalgia, melainkan hidup kembali dengan energi baru untuk generasi berikutnya.

