Waspadai Mata Merah dan Pandangan Buram

Mata Merah

Mata merah kerap dianggap masalah sepele, sekadar akibat kurang tidur atau terlalu lama menatap layar. Namun kondisi ini bisa menjadi sinyal penyakit serius yang menyerang mata. Salah satunya adalah uveitis, peradangan pada lapisan tengah mata yang dapat merusak retina hingga berujung kebutaan. “Selain mata merah, uveitis juga ditandai dengan pandangan kabur, buram, dan rasa nyeri saat terkena cahaya,” jelas dr. Eka Octaviani Budiningtyas, Sp.M, dalam acara edukasi kesehatan mata yang digelar JEC Hospital & Clinic di Jakarta. Ia menegaskan, gejala ini sering hilang timbul, sehingga pasien kerap terlambat memeriksakan diri.

Penyebab dan Risiko Komplikasi

Uveitis dapat menyerang siapa saja, dari anak hingga lanjut usia. Penyebabnya beragam. Mulai dari infeksi virus, bakteri, penyakit autoimun, hingga trauma akibat benturan benda tumpul. Bahkan kuman penyebab tuberkulosis atau sifilis juga bisa memicu peradangan ini. Menurut dr. Eka, sekitar 30-50 persen kasus uveitis tidak diketahui penyebab pastinya. Jika tidak ditangani segera, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, hingga kehilangan penglihatan permanen. Sayangnya, banyak pasien datang dalam kondisi sudah parah. “Uveitis di Indonesia masih underdiagnosed, berbeda dengan negara maju yang lebih cepat mendeteksi,” tambahnya.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kesadaran Masyarakat

Dokter mata subspesialis, dr. Referano Agustiawan Sp.M(K), menegaskan pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan. Mulai dari tes laboratorium, pencitraan fundus, hingga USG mata. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang komplikasi dapat dicegah. Pengobatan uveitis meliputi pemberian obat antimikroba, tetes mata kortikosteroid, suntikan hingga imunosupresan, tergantung penyebab dan tingkat keparahan. Kasus ini mengingatkan kita bahwa mata merah bukan sekadar tanda kelelahan, melainkan alarm tubuh yang perlu ditanggapi serius. Edukasi masyarakat menjadi kunci agar lebih waspada, sehingga kesehatan mata tetap terjaga dan risiko kebutaan dapat dihindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *