Flotilla Global Sumud Dihentikan Israel, 460 Aktivis Ditahan

israel global sumud

Militer Israel pada Jumat pagi waktu setempat kembali mencatat aksi kontroversial setelah berhasil mencegat Marinette. Kapal berbendera Polandia yang menjadi bagian terakhir dari armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Armada ini awalnya berjumlah 44 kapal dan membawa ratusan aktivis, politisi, serta jurnalis internasional dengan misi menembus blokade Israel di Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun. Rekaman siaran langsung memperlihatkan pasukan Israel memaksa naik ke kapal tersebut, yang dilaporkan diawaki enam orang. Dengan penangkapan ini, Israel resmi membubarkan seluruh armada dan menahan lebih dari 460 aktivis yang terlibat dalam pelayaran tersebut. Kejadian ini sekaligus menutup rangkaian panjang upaya solidaritas global yang dalam beberapa pekan terakhir menyita perhatian dunia.

Ratusan Aktivis Ditahan, Deportasi Dimulai

Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, sebanyak empat warga Italia sudah dipulangkan. Sementara ratusan lainnya sedang diproses deportasi. Israel mengklaim seluruh tahanan berada dalam kondisi sehat. Meski organisasi penyelenggara flotilla menyebut sebagian dari mereka langsung memulai mogok makan sejak ditahan. Komite Internasional untuk Membebaskan Gaza menegaskan aksi ini sebagai bentuk perlawanan sipil terhadap blokade yang disebut “tidak sah menurut hukum internasional.” Sementara itu, Reporters Without Borders mengecam keras penahanan lebih dari 20 jurnalis asing yang ikut dalam rombongan. Menyebutnya pelanggaran serius terhadap kebebasan pers. “Menahan jurnalis dan menghalangi kerja mereka adalah bentuk serangan terhadap hak publik untuk tahu,” ujar Martin Roux dari RSF. Beberapa pemerintah Eropa pun menyatakan keprihatinan, menuntut Israel menjamin keselamatan warga mereka yang masih ditahan.

Dampak Kemanusiaan

Intersepsi terakhir terhadap Marinette menutup kisah dramatis perjalanan solidaritas yang dimulai dengan puluhan kapal dari berbagai negara. Aksi ini menegaskan ketegangan lama. Israel beralasan blokade laut Gaza penting untuk keamanan, sementara komunitas internasional kian mempertanyakan legalitas dan dampak kemanusiaannya. Dari aktivis muda hingga politisi senior, banyak yang menilai insiden ini bukan hanya tentang bantuan kemanusiaan, melainkan simbol perlawanan terhadap isolasi Gaza. Selain itu, penahanan ratusan orang lintas bangsa ini berpotensi memperburuk hubungan diplomatik Israel dengan sejumlah negara Eropa. Di tengah kecaman global, pertanyaan besar pun kembali mencuat: sampai kapan blokade ini akan dipertahankan, dan siapa yang bertanggung jawab atas penderitaan warga sipil yang terjebak di dalamnya. Flotilla mungkin telah dihentikan, tetapi gaungnya justru mempertegas sorotan dunia terhadap Gaza yang masih terkepung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *