Suasana Aula SMAN 3 Pontianak, Kalimantan Barat, siang itu dipenuhi tawa dan decak kagum para siswa. Mereka tampak antusias mengikuti workshop bertajuk “Kreasi Musik Berbasis Artificial Intelligence” yang digelar oleh Komunitas Gitar Pontianak (Gitarpon). Di bawah panduan para musisi lokal, para pelajar diajak memahami cara memadukan seni musik dengan teknologi kecerdasan buatan. Tujuannya bukan sekadar belajar memainkan alat musik, tapi juga memahami bagaimana algoritma dapat membantu menciptakan komposisi baru. “Kami ingin generasi muda tahu bahwa teknologi bisa jadi teman berkarya, bukan ancaman,” ujar salah satu penggiat Gitarpon dalam sesi pembukaan.
Musik dan Teknologi Menyatu
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang mempraktikkan langsung penggunaan perangkat berbasis AI untuk membantu proses aransemen dan penciptaan musik. Pelajar tidak hanya belajar teori, tetapi juga mencoba mengubah melodi sederhana menjadi karya penuh warna menggunakan perangkat lunak yang mengandalkan kecerdasan buatan. Beberapa siswa tampak takjub ketika melodi mereka “disempurnakan” oleh sistem AI, menghasilkan harmoni yang unik. Gitarpon menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini ialah membangun kesadaran digital, agar para pelajar dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan kreatif, terutama di tengah pesatnya perkembangan industri musik modern. “Teknologi hanyalah alat, kreativitas tetap milik manusia,” tutur salah satu mentor dengan penuh semangat.
Menginspirasi Masa Depan Musik Lokal
Inisiatif Gitarpon ini menjadi langkah penting bagi dunia pendidikan dan seni di Kalimantan Barat. Dengan mengajarkan kolaborasi antara manusia dan mesin, para siswa diharapkan mampu beradaptasi menghadapi era baru industri kreatif. Banyak di antara peserta yang mengaku terinspirasi untuk mengeksplorasi musik lebih jauh setelah mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi sekolah-sekolah lain di Pontianak untuk menghadirkan pelatihan serupa. Sehingga ekosistem seni dan teknologi bisa tumbuh beriringan. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan Gitarpon mencerminkan bagaimana inovasi lokal dapat menjembatani tradisi dan masa depan. Di tengah kemajuan AI, musik tetap menjadi ruang bagi manusia untuk berekspresi. Tentunya dengan hati, kreativitas, dan semangat kolaborasi yang tak tergantikan.

