Panduan Hidup Sehat dari UCLA, Pola Makan hingga Kesehatan Mental

hidup sehat tips

Awal hari sering jadi momen untuk memperbaiki kebiasaan, dan bagi delapan pakar kesehatan dari UCLA, kuncinya adalah keseimbangan. Dr. Elizabeth Ko, salah satu pakar kesehatan integratif, mengingatkan agar setiap orang mengenali “daya baterai” dalam dirinya. Terkait apa yang membuat energi terisi dan apa yang mengurasnya. Ia menekankan pentingnya jeda. Melambat sejenak, memberi ruang bagi diri untuk bernafas, dan menumbuhkan hubungan yang bermakna. “Kadang, kesehatan tidak selalu soal menambah aktivitas, tapi tentang mengurangi beban yang tak perlu,” ujarnya. Pandangan ini mencerminkan pendekatan holistik yang semakin relevan di tengah gaya hidup serba cepat. Ko menekankan bahwa perawatan diri sejati bukan sekadar rutinitas, melainkan kesadaran untuk memahami kapan tubuh dan pikiran perlu berhenti.

Makan Sadar, Bergerak Aktif, dan Lepas dari Layar

Pakar gizi UCLA menyoroti pentingnya beralih ke pola makan nabati berbasis makanan utuh sebagai tips untuk menggapai hidup sehat. Makanan alami seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian mengandung serat serta antioksidan yang mampu memperkuat daya tahan tubuh sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis. Dr. Jesse Mills menambahkan, “Hindari makanan yang tidak bisa kamu tanam atau buru.” Ia menegaskan bahwa makanan ultra-olahan, terutama yang tinggi gula dan lemak, dapat mengganggu keseimbangan kimia otak dan memicu kecanduan rasa. Dalam hal aktivitas fisik, Mills menyarankan langkah kecil namun konsisten. Meningkatkan sedikit dari apa yang dilakukan kemarin. Sementara itu, ahli kesehatan mental UCLA mendorong masyarakat untuk melakukan “digital detox” secara berkala. Beristirahat dari gawai bukan hanya menenangkan mata, tapi juga menenangkan pikiran. Teknik sederhana seperti “STOP” (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) dapat membantu mengembalikan kesadaran diri di tengah arus informasi yang tak berhenti.

Merawat Jiwa, Menghargai Tubuh, Menjalani Hidup Lebih Penuh

Valentina Ogaryan dari UCLA menekankan bahwa kesehatan sejati mencakup tubuh, pikiran, dan jiwa. Ia menyarankan agar setiap orang menemukan aktivitas yang menyehatkan batin sekaligus menjadikannya tips pribadi untuk hidup sehat. Baik melalui seni, meditasi, doa, maupun keterlibatan sosial. Sementara itu, Dr. Lawrence Taw mengajarkan teknik sederhana seperti pijat kaki sebelum tidur. Gerakan kecil ini memberi efek grounding, membantu tidur lebih nyenyak, dan mengurangi stres. Kesederhanaan, kata Taw, justru kerap menjadi kunci kesejahteraan yang sering diabaikan. Dari keseluruhan pandangan para ahli, terlihat bahwa menjaga kesehatan di 2025 bukanlah soal mengikuti tren kebugaran semata, melainkan kesadaran untuk hidup seimbang. Menjaga pola makan alami, mengatur waktu istirahat, dan memperkuat koneksi sosial adalah fondasi yang tak lekang waktu. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, pesan dari UCLA Health terasa seperti napas segar. Untuk hidup lebih sehat, kadang kita hanya perlu berhenti sejenak dan kembali mengenal diri sendiri.