Suasana ruang media Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (16/10), terasa berbeda. Ketika Purbaya Yudhi Sadewa memperkenalkan kanal aduan baru bernama “Lapor Pak Purbaya”. Dengan nada tegas namun bersahabat, Purbaya menjelaskan bahwa layanan ini dirancang agar masyarakat memiliki saluran langsung untuk melaporkan berbagai permasalahan terkait pajak dan bea cukai, termasuk tindakan tidak etis oleh aparat di lapangan. “Kami ingin masyarakat punya ruang untuk menyampaikan keluhan tanpa rasa takut,” ujarnya. Nomor WhatsApp yang disediakan, yakni 0822-4040-6600, akan dioperasikan oleh tim khusus yang siap menerima laporan setiap saat. Kehadiran program ini menjadi simbol keterbukaan baru di tubuh Kemenkeu yang selama ini berkomitmen memperkuat integritas birokrasi fiskal.
Respons Cepat untuk Aduan Masyarakat
Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat akuntabilitas publik di sektor keuangan negara. Purbaya menegaskan, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti secara profesional oleh unit terkait di bawah koordinasinya. Layanan “Lapor Pak Purbaya” juga terhubung langsung dengan sistem pemantauan internal di Kementerian Keuangan, sehingga proses follow up dapat dipantau secara transparan. “Kalau ada petugas yang melanggar, kami akan bertindak cepat,” tambahnya. Selain melalui nomor WhatsApp, masyarakat juga dapat menyertakan bukti foto, video, atau dokumen pendukung agar aduan bisa diproses lebih akurat. Kehadiran kanal digital ini menandai era baru partisipasi publik, di mana suara masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan kinerja aparatur negara yang mengelola pajak dan bea masuk.
Membangun Kepercayaan Publik lewat Aksi Nyata
Inisiatif “Lapor Pak Purbaya” bukan sekadar program komunikasi publik, tetapi bagian dari strategi besar reformasi birokrasi di bidang keuangan negara. Di tengah tuntutan keterbukaan dan integritas, langkah ini diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Keuangan. Layanan yang mudah diakses melalui WhatsApp menjadikannya relevan di era digital, sekaligus menghapus jarak antara pejabat publik dan rakyat. Bila dijalankan konsisten dan transparan, program ini bisa menjadi model nasional untuk penanganan keluhan publik lintas sektor. Lebih dari sekadar menampung aspirasi, “Lapor Pak Purbaya” menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya lahir dari kebijakan besar, tetapi juga dari keberanian membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan warga negara.

