Riset Besar Ungkap Antidepresan Populer Punya Risiko Ringan

antidepresan

Sebuah studi baru yang diterbitkan di The Lancet mengungkap bahwa efek samping antidepresan terhadap kesehatan jantung dan metabolisme berbeda secara signifikan antara satu obat dengan lainnya. Riset yang dilakukan para peneliti dari King’s College London dan Universitas Oxford ini menganalisis 30 jenis antidepresan. Menggunakan data lebih dari 58.000 peserta dari 151 studi dan 17 laporan FDA. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar obat yang paling umum digunakan di Amerika Serikat, seperti fluoxetine (Prozac) dan sertraline (Zoloft). Obat-obatan ini hanya menimbulkan efek samping ringan. Studi ini juga menyoroti adanya variasi pada tekanan darah, kolesterol, dan kenaikan berat badan selama penggunaan jangka pendek, dengan durasi rata-rata delapan minggu.

Data, Perbedaan, dan Pandangan Ahli

Para peneliti menemukan bahwa tiga jenis S.N.R.I. yaitu duloxetine, venlafaxine, dan desvenlafaxine cenderung meningkatkan kadar kolesterol total. Namun, para pakar menilai perbedaan tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan karena besarnya perubahan dianggap kecil. “Tidak semua yang signifikan secara statistik berarti signifikan secara klinis,” ujar Dr. Jonathan Alpert, ketua Departemen Psikiatri di Montefiore Einstein. Sementara itu, Dr. Frank Moriarty dari Royal College of Surgeons in Ireland menyebut bahwa hasil studi ini tidak menemukan efek fisik baru yang besar dari antidepresan, meski efek pada tiap individu bisa berbeda. Studi ini memang terbatas pada periode singkat, sehingga belum mencerminkan kondisi pengguna jangka panjang.

Refleksi dan Implikasi bagi Pasien

Dr. Andrew J. Gerber dari Silver Hill Hospital menyebut riset ini sebagai tinjauan paling “komprehensif dan cermat” yang pernah ada mengenai efek samping antidepresan. Ia menekankan bahwa manfaat obat tetap jauh lebih besar dibanding risikonya. “Bahaya dari depresi yang tidak diobati jauh lebih besar daripada risiko dari pengobatannya,” ujarnya. Para peneliti berencana melanjutkan penelitian untuk melihat dampak jangka panjang dan pengaruh dosis yang berbeda. Studi ini diharapkan membantu dokter dan pasien menentukan pilihan terapi yang paling sesuai. Seperti dikatakan Dr. Alpert, “Penelitian ini membantu kita tahu ke arah mana harus menyorot senter.”