Menggendong tas di satu sisi bahu mungkin tampak praktis dan bergaya, tapi kebiasaan ini ternyata berisiko bagi kesehatan tubuh. Dokter ortopedi senior dari Rumah Sakit Dr L H Hiranandani, Mumbai, Aditya Sai, menjelaskan bahwa membawa tas di satu bahu melanggar keseimbangan alami tubuh. Satu sisi otot dan tulang belakang dipaksa bekerja lebih keras, menimbulkan ketegangan kronis. Ia memperingatkan, otot di sekitar tulang belikat, leher, dan punggung atas dapat mengalami iritasi akibat beban tidak merata. Bila dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa menyebabkan nyeri, peradangan, hingga impingement bahu yang mengganggu aktivitas harian.
Dampak Jangka Panjang dan Risiko Artritis
Menurut dr. Aditya, trauma mikro akibat tekanan berulang bisa menumpuk dan menyebabkan kerusakan sendi. Salah satu tanda awalnya adalah ketegangan otot bahu yang berujung pada peradangan. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko artritis bahu dini. Tekanan terus-menerus pada sendi akromioklavikular dan glenohumeral membuat tulang rawan melemah, sehingga bahu lebih cepat mengalami degenerasi. Tidak hanya itu, postur tubuh pun ikut berubah karena tubuh cenderung miring untuk menyeimbangkan beban. Akibatnya, penderita dapat mengalami kekakuan leher dan sakit kepala akibat otot yang terus menahan posisi tidak seimbang.
Cara Aman Bawa Tas agar Tidak Cedera
Untuk mencegah cedera, dr. Aditya menyarankan penggunaan tas ergonomis dengan tali lebar dan empuk agar berat terbagi rata di kedua bahu. Berat tas idealnya tidak lebih dari 10–15 persen berat badan pemakainya. Jika harus menggunakan tas satu tali, ganti sisi bahu secara bergantian untuk menjaga keseimbangan. Ia juga merekomendasikan latihan ringan seperti peregangan bahu, penguatan otot punggung atas, atau yoga untuk memperbaiki postur. Menggendong tas di satu sisi mungkin tampak sepele, tetapi efeknya bisa serius bila diabaikan. Menjaga cara membawa tas dengan benar menjadi langkah sederhana untuk melindungi kesehatan tulang dan sendi di masa depan.

