Ho Chi Minh City dipenuhi aroma kaldu saat Pho Day 2025 resmi digelar pertengahan Desember. Ribuan pengunjung memadati pusat kota sejak pagi, membawa rasa penasaran dan antusiasme tinggi. Festival ini diproyeksikan menarik sekitar seratus ribu wisatawan domestik dan mancanegara. Pho Day menjadi agenda tahunan penting dalam kalender budaya dan pariwisata Vietnam. Acara berlangsung dua hari di ruang publik ikonik kota metropolitan tersebut. Lebih dari tiga puluh stan menyajikan variasi pho dari berbagai daerah Vietnam. Pho klasik utara hadir berdampingan dengan versi selatan yang lebih manis. Pengunjung juga mencicipi pho etnik dari komunitas pegunungan dan daerah terpencil. Harga satu mangkuk ditetapkan terjangkau agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati. Penyelenggara ingin pho tetap menjadi makanan rakyat, bukan simbol eksklusivitas. Suasana hangat tercipta dari antrean panjang dan obrolan lintas bahasa. Wisatawan asing terlihat aktif bertanya tentang sejarah dan bahan pho. Festival ini menegaskan posisi pho sebagai identitas kuliner nasional Vietnam.
Kuliner sebagai Diplomasi Budaya
Pho Day berkembang melampaui festival makanan biasa dalam beberapa tahun terakhir. Acara ini kini menjadi sarana diplomasi budaya berbasis kuliner tradisional. Penyelenggara mendorong perayaan Pho Day serentak di restoran Vietnam seluruh dunia. Langkah ini bertujuan memperkuat pengakuan global terhadap pho sebagai warisan budaya. Tahun 2025 menandai partisipasi pelaku kuliner dari luar Vietnam. Beberapa merek internasional menampilkan interpretasi pho dengan sentuhan lokal mereka. Interaksi tersebut menciptakan dialog rasa antara tradisi dan inovasi modern. Demonstrasi memasak menarik perhatian pengunjung dari berbagai latar belakang. Chef menjelaskan filosofi keseimbangan rasa dalam setiap mangkuk pho. Talk show kuliner membahas sejarah pho dan perannya dalam masyarakat Vietnam. Festival ini juga memuat kegiatan sosial berbasis solidaritas kemanusiaan. Sebagian hasil penjualan disalurkan untuk membantu korban bencana alam. Pendekatan ini memperkuat citra pho sebagai simbol kebersamaan dan empati.
Dampak Pariwisata dan Ekonomi Kota
Pho Day memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata Ho Chi Minh City. Tingkat hunian hotel meningkat seiring kedatangan wisatawan festival. Maskapai dan agen perjalanan menawarkan paket wisata bertema kuliner Vietnam. Turis mengikuti tur pasar tradisional dan kelas memasak pho. Aktivitas tersebut memperpanjang lama tinggal wisatawan di kota. Pelaku UMKM kuliner lokal merasakan peningkatan penjualan signifikan. Efek ekonomi menyebar ke transportasi, ritel, dan industri kreatif. Pemerintah kota memanfaatkan festival sebagai alat branding destinasi. Ho Chi Minh City diposisikan sebagai pusat wisata gastronomi Asia Tenggara. Strategi ini didukung promosi digital dan kolaborasi internasional. Pho Day dimasukkan dalam agenda pariwisata tahunan berkelanjutan. Kota ingin menggabungkan budaya, ekonomi, dan pengalaman wisata otentik. Festival ini memperlihatkan bagaimana satu hidangan mampu menggerakkan ekosistem pariwisata. Pho menjadi pintu masuk memahami Vietnam melalui rasa dan cerita.

