PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri setelah kegagalan Timnas U-22 di SEA Games 2025. Keputusan tersebut diumumkan usai evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di Thailand. Indonesia gagal melaju dari fase grup meski berstatus juara bertahan SEA Games 2023. Kekalahan dari Filipina menjadi hasil krusial yang menutup peluang ke semifinal. Kemenangan atas Myanmar tidak cukup memperbaiki posisi klasemen grup. PSSI menilai hasil tersebut tidak sejalan dengan target federasi dan pemerintah. Ketua BTN Sumardji menyebut keputusan diambil secara profesional dan kolektif. Pemutusan kontrak mencakup seluruh peran Indra Sjafri di struktur kepelatihan PSSI. Federasi ingin memastikan arah pembinaan tim nasional tetap kompetitif dan terukur.
Evaluasi Internal Jadi Dasar Keputusan Federasi Sepak Bola Indonesia
Sumardji menjelaskan evaluasi mencakup persiapan, strategi, dan konsistensi permainan sepanjang turnamen. Tim dinilai gagal menerjemahkan potensi pemain menjadi performa efektif di lapangan. Persiapan panjang dianggap tidak berbanding lurus dengan hasil pertandingan. Indonesia juga mencatat kegagalan lolos grup pertama sejak SEA Games 2009. Fakta tersebut memperkuat perlunya perubahan menyeluruh dalam manajemen tim. Sumardji mengakui hasil ini mengecewakan publik dan pemangku kepentingan sepak bola nasional. Ia juga menyatakan mengundurkan diri dari jabatan manajer tim nasional. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan bersama. PSSI akan segera menyusun ulang struktur teknis tim nasional.
Indra Sjafri Akui Tanggung Jawab dan Akhiri Perjalanan Panjangnya
Indra Sjafri menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan di SEA Games 2025. Ia menilai tim belum mampu tampil konsisten sesuai rencana taktikal. Kekalahan krusial dinilai menjadi titik balik yang sulit diperbaiki. Indra memiliki rekam jejak panjang di pembinaan usia muda Indonesia. Ia membawa emas SEA Games 2023 dan beberapa gelar AFF kelompok umur. Pemecatan ini menutup satu era penting dalam sepak bola nasional. PSSI kini fokus mencari pelatih baru dengan pendekatan lebih kompetitif. Penunjukan pelatih selanjutnya akan mempertimbangkan target jangka panjang tim nasional. Federasi berharap momentum evaluasi menghasilkan prestasi lebih stabil ke depan.

