Jennifer Lopez akhirnya angkat bicara mengenai perceraiannya dengan Ben Affleck yang sempat menjadi sorotan publik dunia. Dalam wawancara bersama CBS New Sunday Morning pada Minggu (29/9), Lopez menyebut perpisahan itu sebagai titik balik hidupnya. Aktris dan penyanyi berusia 56 tahun itu mengaku perceraian membuatnya tumbuh menjadi pribadi baru. “Itu mengubah aku. Itu membantu aku tumbuh jadi sosok yang aku inginkan. Lebih waspada, berbeda dibanding satu tahun lalu,” ungkapnya tulus. Bagi J-Lo, pengalaman pahit itu justru menjadi salah satu hal terbaik yang pernah dialaminya .
Antara Film dan Kehidupan Pribadi
Di tengah gejolak rumah tangga, Lopez tetap menuntaskan proyek film terbarunya berjudul Kiss of the Spider Woman. Menariknya, Ben Affleck masih tercatat sebagai produser eksekutif film itu. Karya tersebut tayang perdana di Festival Film Sundance, Januari lalu, bertepatan dengan waktu perceraian mereka. Lopez menyebut proses syuting sebagai fase penuh kontradiksi. “Setiap momen di lokasi membuatku bahagia. Namun, pulang ke rumah terasa berat. Seperti bertanya: bagaimana aku bisa melewati ini? Tapi nyatanya aku bisa,” jelasnya. Proyek itu memberi ruang baginya untuk menyalurkan energi positif meski kehidupan pribadi penuh tekanan .
Perjalanan Cinta yang Berliku
Kisah cinta Lopez dan Affleck memang panjang. Mereka sempat bertunangan pada 2002 namun berpisah dua tahun kemudian. Lopez lalu menikah dengan Marc Anthony dan dikaruniai anak kembar, Max dan Emme. Sementara Affleck menikahi Jennifer Garner dan memiliki tiga anak. Violet, Seraphina, dan Samuel. Dua dekade setelahnya, Lopez dan Affleck kembali bersama pada 2021, menikah di Las Vegas Juli 2022, dan menggelar pesta besar di Georgia sebulan setelahnya. Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Pada Agustus 2024, Lopez resmi mengajukan gugatan cerai. Affleck sempat menyebut perpisahan itu “cukup dewasa,” meski menurutnya media terlalu menggembor-gemborkan kisah mereka. Dengan refleksi ini, Lopez tampak memilih berdamai dengan masa lalunya. Ia melihat perceraian bukan sebagai kegagalan, melainkan jalan untuk menemukan kembali dirinya yang sesungguhnya.

