Dua Komet Hijau Hiasi Langit Oktober, Fenomena Langka di Tata Surya

komet hijau

Langit malam bulan Oktober ini menghadirkan pemandangan langka. Dua komet berwarna hijau melintas bersamaan di langit utara. Keduanya, C/2025 A6 (Lemmon) dan C/2025 R2 (SWAN), tengah menempuh orbit menuju Matahari dan kini melintas di area dalam tata surya. Fenomena dua komet melintas di bulan yang sama sangat jarang terjadi. Menjadikannya kesempatan istimewa bagi pengamat langit di belahan bumi utara. Menurut laporan, keduanya dapat dilihat hingga akhir Oktober, bahkan Comet Lemmon diperkirakan cukup terang untuk tampak dengan mata telanjang pada sekitar 21 Oktober 2025. Saat posisinya paling dekat dengan Bumi. Astrofotografer asal Belgia, Julien De Winter, berhasil mengabadikan penampakan Comet Lemmon di langit Texas akhir September lalu. Dalam bidikan kameranya, tampak jelas kilau hijau zamrud dan ekor panjang yang menyapu gelap malam. Hasil pancaran karbon di sekitar inti komet yang berpadu dengan cahaya Matahari.

Panduan Melihat dan Fenomena Tambahan

Bagi pemburu langit di belahan utara, Comet Lemmon dapat ditemukan di dekat rasi bintang Biduk (Big Dipper) sebelum fajar. Menurut situs EarthSky, arah terbaik untuk melihatnya adalah ke timur laut. Tepat di bawah “mangkuk” rasi tersebut. Sekitar pertengahan bulan, posisi komet akan bergeser ke langit barat dan bisa terlihat pada senja hari. Jika cuaca mendukung dan polusi cahaya minim, pengamat bisa melihat kedua komet dalam satu malam pada akhir Oktober. Sementara itu, Comet SWAN akan tampak di langit barat daya sekitar 90 menit setelah matahari terbenam dan mencapai titik terdekat dengan Bumi sekitar 20 Oktober 2025. Berbeda dengan Lemmon, komet ini lebih redup dan hanya bisa dilihat dengan teleskop kecil atau teropong. Di bawah kondisi langit gelap, momen ketika dua ekor cahaya ini melintas bersama akan menjadi pemandangan yang mempesona. Sebuah pengingat betapa dinamisnya jagat raya yang kita huni.

Jejak Penemuan dan Makna Astronomis

Komet Lemmon pertama kali ditemukan pada Januari 2025 oleh Mount Lemmon Survey di Arizona, sebuah proyek yang memantau objek dekat Bumi. Sedangkan Comet SWAN terdeteksi lebih baru, pada awal September, oleh astronom amatir yang meneliti citra dari instrumen SWAN milik NASA. Menariknya, di waktu yang sama, komet lain dari luar tata surya,  3I/ATLAS, juga sedang melintas di area dalam tata surya. Menjadi pengunjung antarbintang ketiga yang pernah terkonfirmasi. Ia akan mencapai titik terdekat dengan Matahari pada akhir Oktober, melengkapi parade kosmik yang jarang terjadi ini. Fenomena ini bukan sekadar tontonan indah, tetapi juga kesempatan ilmiah untuk mempelajari asal-usul materi purba di tata surya. Dalam setiap cahaya hijau yang berpendar di langit malam, manusia diingatkan akan keterhubungan dengan ruang angkasa yang tak berujung dan kerendahan hati di hadapan semesta yang terus bergerak.