WN Rusia Diculik di Bali karena Bongkar Aktivitas Gangster Asal Negaranya

wn rusia

Suasana mencekam mengiringi pengakuan Sergeii Domogastkii, warga Rusia berusia 40 tahun, yang melapor ke Polda Bali setelah mengalami penculikan. Ia mengaku diserang kelompok gangster asal negaranya sendiri di kawasan Kuta Selatan. Kejadian itu terjadi Jumat malam saat ia mengendarai motor melewati Pelabuhan Sanur. Dua pria menghadangnya dan membekap wajahnya dengan kain hitam sebelum membawanya paksa ke Jimbaran. Di sana, ia diserahkan kepada empat hingga lima orang berlogat Rusia yang langsung menganiayanya. Selama tujuh jam, ia dipukul, disetrum, dibekap plastik, dan diinterogasi dengan ancaman keras. Rasa sakit membuatnya nyaris pingsan, tapi ia tetap berusaha bertahan hidup.

Balas Dendam, Pemerasan, dan Teror Psikologis

Sergeii menduga penyiksaan itu merupakan balas dendam karena unggahannya tiga tahun lalu di media sosial. Saat itu, ia membocorkan aktivitas gangster Rusia di Bali dan menyebut beberapa nama. Unggahan itu membuat kelompok kriminal itu murka dan menuduhnya sebagai pengkhianat. Dalam interogasi brutal itu, ia dituntut membayar satu juta dolar Amerika Serikat. “Mereka bilang saya harus bayar dalam sebulan atau saya mati,” ucapnya dengan nada bergetar. Ia mengaku sudah tidak punya uang karena telah menghabiskannya untuk membangun vila di Bali. Ancaman itu bukan hanya soal uang, tetapi juga serangan terhadap harga diri dan keselamatannya. Setelah disiksa, ia dibuang di lahan kosong Nusa Dua dan baru ditemukan warga yang menolongnya.

Polisi Bergerak, Publik Bali Terkejut

Polda Bali kini menyelidiki kasus ini setelah unggahan Sergeii viral di akun Instagram @mr.terimakasih. Polisi telah meminta korban membuat laporan resmi disertai bukti visum dari RS Bhayangkara Denpasar. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan penyidik menelusuri kebenaran laporan tersebut dengan hati-hati. “Kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujarnya menegaskan. Publik di Bali sontak terkejut dan waspada terhadap keberadaan gangster asing di tengah kehidupan wisata. Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan terhadap warga asing yang berbisnis atau tinggal di Bali. Kasus ini menjadi peringatan bahwa ancaman kejahatan lintas negara bisa menyusup ke pulau wisata. Di balik keindahan pantai dan budaya Bali, kini tersembunyi ketegangan baru yang menguji kewaspadaan hukum dan keamanan masyarakat.