Empat jenazah korban kecelakaan bus pariwisata yang terguling di Tol Pemalang akhirnya tiba di Semarang pada Sabtu malam. Suasana duka menyelimuti halaman Kantor Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, yang menjadi lokasi serah terima jenazah. Warga dan keluarga korban sudah menunggu sejak sore hari dengan wajah tegang dan sedih. Mobil jenazah datang satu per satu, dikawal polisi dari arah Pemalang. Tangis pecah begitu peti jenazah dibawa masuk ke ruang duka. Para tetangga berusaha menenangkan keluarga yang histeris. Petugas dan perangkat kelurahan turut membantu memastikan semua berjalan lancar dan tertib. Keempat korban diketahui merupakan warga Semarang yang ikut dalam rombongan wisata ke Jakarta. Mereka berangkat dengan penuh semangat, namun tak kembali dengan selamat. Kabar kecelakaan itu menyebar cepat di kalangan warga dan langsung menimbulkan kepanikan di kampung halaman.
Proses Serah Terima dan Rencana Pemakaman
Serah terima jenazah dilakukan dengan suasana khusyuk, dipimpin tokoh masyarakat setempat. Lurah Bendan Ngisor, Sri Fitri, menyampaikan belasungkawa dan memastikan bantuan logistik bagi keluarga korban. “Kami ikut berduka sedalam-dalamnya, semoga keluarga diberi ketabahan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Pihak kepolisian memastikan identitas korban telah diverifikasi melalui data rumah sakit dan keluarga. Setelah prosesi doa, jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga masing-masing. Rencananya, pemakaman dilakukan pada Minggu pagi di sejumlah TPU di Semarang. Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan sopir kelelahan atau gangguan teknis kendaraan. Bus yang terguling membawa puluhan penumpang, sebagian di antaranya luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit setempat. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Duka dan Doa untuk Korban
Tragedi maut di Tol Pemalang ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Semarang. Malam itu, suasana kampung Bendan Ngisor begitu hening, hanya terdengar isak tangis keluarga yang kehilangan orang tercinta. Sejumlah tokoh masyarakat, termasuk perwakilan LPMK dan RT setempat, hadir memberikan dukungan moral. Mereka mengingatkan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan, terutama bagi pengemudi bus wisata. Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan kelayakan kendaraan pariwisata untuk mencegah tragedi serupa. “Ini pelajaran berat bagi kita semua, jangan abaikan faktor keselamatan,” ujar Khomsiyah, salah satu warga. Di tengah kesedihan, semangat gotong royong terasa kuat. Warga bergiliran membantu keluarga korban menyiapkan pemakaman dan kebutuhan duka lainnya. Meski kehilangan, mereka yakin doa dan kebersamaan akan menjadi penguat menghadapi musibah ini.

