Warga AS Gelar Kelas Seks Privat di Bali, Bayar Rp116 Juta

warga amerika dideportasi

Seorang warga Amerika Serikat berinisial JRG (44) dideportasi dari Indonesia setelah kedapatan membuka kelas seks privat. Kelas yang bertajuk intimacy mastery retreat akan digelar di sebuah vila mewah di kawasan Seminyak, Kuta, Badung, Bali. Alih-alih sekadar berlibur, JRG justru menjadikan Pulau Dewata sebagai lokasi bisnis kontroversial yang menarik perhatian banyak orang. Imigrasi Ngurah Rai mengungkapkan, kelas tersebut dipatok dengan harga fantastis, yakni US$ 6.997 atau setara Rp 116 juta per peserta. Kegiatan itu tidak hanya diiklankan lewat situs pribadi. Ia juga mempromosikannya melalui media sosial dan jejaring komunitas asing di Bali.

Imigrasi Bergerak Cepat

Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Winarko, menegaskan bahwa tindakan JRG melanggar izin tinggalnya sebagai turis. JRG masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival pada 4 September 2025. Namun kemudian menjalankan aktivitas ilegal yang bertentangan dengan peraturan. Ia sempat berusaha melarikan diri ke Jakarta, tetapi berhasil diamankan petugas imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 16 September. Dua hari kemudian, JRG diterbangkan ke Los Angeles, Amerika Serikat. Kasus ini menambah daftar panjang pelanggaran hukum oleh warga asing di Bali yang kerap memanfaatkan popularitas pulau ini untuk kepentingan pribadi.

Refleksi Sosial

Peristiwa ini bukan sekadar soal pelanggaran keimigrasian, melainkan juga cerminan bagaimana Bali kerap dijadikan “lahan bisnis” yang tidak selaras dengan norma masyarakat maupun aturan hukum. Fenomena kelas seks berbayar dengan tarif selangit menyoroti persoalan etika, keamanan wisata, hingga potensi eksploitasi budaya lokal. Bagi publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas WNA di Bali perlu lebih ketat. Pulau Dewata, yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya, harus tetap dijaga agar tidak disalahgunakan untuk praktik yang merugikan citra Indonesia di mata dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *