Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan tinggal diam menghadapi rentetan kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan lembaganya akan segera membentuk Tim Investigasi Keracunan untuk menelusuri akar persoalan. “Besok kami rapat untuk membuat tim investigasi ini. Jadi kami enggak omon-omon,” ujarnya, Minggu (21/9/2025). Tim tersebut akan dipimpin langsung oleh seorang ahli kimia dan turun ke lapangan guna memastikan setiap temuan dapat ditangani secara ilmiah. Langkah ini diambil setelah kasus terbaru menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah.
Baca juga : Kasus Keracunan Massal, Makan Bergizi Gratis Perlu Evaluasi Total
Data Korban dan Langkah Cepat BGN di Lapangan
Kasus di Banggai Kepulauan mencatat 251 pelajar dari berbagai jenjang sekolah, mulai dari SD hingga SMA, terpaksa mendapatkan perawatan medis di RS Trikora Salakan. Tak hanya di Sulawesi Tengah, kejadian serupa juga ditemukan di Maluku. Di mana belasan siswa SD Negeri 19 Kota Tual dilaporkan mengalami gejala keracunan. Bahkan, di Garut, Jawa Barat, ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA dilaporkan terdampak. Fakta ini menambah panjang daftar wilayah yang melaporkan kasus serupa dalam program MBG. Menyadari seriusnya persoalan, BGN berencana menyiapkan hotline khusus agar masyarakat bisa segera melapor bila menemukan indikasi keracunan. “Kami akan bikin hotline untuk orang mengadu kalau ada keracunan,” tegas Nanik.
Kepercayaan dan Akuntabilitas Program MBG
Gelombang kasus ini menimbulkan keprihatinan publik sekaligus pertanyaan besar mengenai pengawasan program makanan bergizi gratis yang digagas pemerintah. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi generasi muda kini justru dipenuhi sorotan negatif akibat lemahnya kontrol distribusi dan kualitas bahan makanan. Kehadiran tim investigasi yang diisi pakar diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat. Serta memberikan solusi jangka panjang. Lebih dari sekadar respons reaktif, langkah ini akan menjadi ujian bagi BGN dalam menunjukkan akuntabilitasnya. Di tengah keresahan orang tua dan siswa, investigasi transparan diharapkan mampu membuktikan komitmen bahwa program MBG bukan sekadar janji. Melainkan benar-benar hadir untuk menyehatkan bangsa.

