Sekretaris Jenderal ASEAN menghadiri konsultasi penting antara Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) dan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-BAC) yang berlangsung baru-baru ini. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membicarakan tantangan sekaligus peluang di kawasan. Utamanya di tengah ketidakpastian global dan dinamika ekonomi yang terus berubah. Kehadiran Sekjen menegaskan komitmen ASEAN untuk tetap menjadikan dunia usaha sebagai mitra kunci dalam membangun integrasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Dalam forum itu, para pemimpin bisnis menyampaikan pandangan terkait digitalisasi, ketahanan rantai pasok, hingga transisi menuju ekonomi hijau. Dialog berlangsung hangat dengan semangat kolaborasi. Menegaskan bahwa kemajuan ekonomi ASEAN tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sektor swasta. Sekjen ASEAN menyampaikan, “ASEAN harus terus menjaga keterbukaan, memperkuat kerja sama lintas sektor, dan memastikan dunia usaha memiliki ruang dalam pengambilan kebijakan.”
Fokus Kolaborasi Ekonomi, Digitalisasi, dan Keberlanjutan
Pertemuan ini menekankan tiga isu utama. Pemulihan ekonomi pasca pandemi, akselerasi digitalisasi, dan penguatan agenda keberlanjutan. Delegasi ASEAN-BAC menyoroti pentingnya memperluas akses UMKM pada pasar regional melalui digital platform. Serta memperkuat konektivitas logistik. Hal ini sejalan dengan prioritas AEM untuk memastikan integrasi ekonomi kawasan tidak hanya menguntungkan perusahaan besar. Namun juga memberi peluang luas bagi pelaku usaha kecil. Selain itu, isu keberlanjutan mendapat porsi besar dalam diskusi, mencakup transisi energi, pengurangan emisi, hingga investasi ramah lingkungan. Negara-negara anggota ASEAN didorong untuk mempercepat regulasi yang mendorong ekonomi hijau. Sembari tetap menjaga daya tarik investasi asing. Para menteri menegaskan, stabilitas dan prediktabilitas kebijakan akan menjadi faktor penentu keberhasilan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia.
Arah ke Depan ASEAN
Kehadiran Sekjen ASEAN dalam forum ini bukan sekadar simbolis. Melainkan refleksi dari arah baru ASEAN yang menempatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sebagai fondasi utama. Pertemuan dengan ASEAN-BAC menunjukkan bahwa integrasi ekonomi kawasan tidak bisa dilepaskan dari aspirasi masyarakat dan dunia usaha. Implikasi sosial dari langkah ini begitu luas. Menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, serta memperkuat posisi ASEAN dalam rantai pasok global. Lebih dari itu, dialog ini memperlihatkan bahwa ASEAN mulai menggeser paradigma dari sekadar forum antarnegara menjadi komunitas yang menyatu dengan masyarakat dan bisnis. Jika konsistensi terjaga, maka visi “One Vision, One Identity, One Community” tidak hanya menjadi slogan, tetapi kenyataan yang dirasakan warga ASEAN sehari-hari.

