Bencana melanda kawasan Danau Como, Italia Utara, setelah air danau meluap akibat hujan deras yang turun sejak akhir pekan lalu. Situasi ini membuat ratusan warga terdampak, sebagian harus mengungsi karena rumah mereka terendam. Menyikapi kondisi tersebut, klub Como 1907—yang dimiliki pengusaha Indonesia, Djarum Group—langsung mengambil langkah nyata. Manajemen klub memastikan seluruh pendapatan tiket dari laga Coppa Italia kontra lawan Serie B akan disumbangkan untuk membantu masyarakat sekitar. Keputusan ini diumumkan resmi, dengan pesan bahwa sepak bola harus hadir sebagai bagian dari solusi ketika bencana menimpa komunitas.
Dukungan Klub dan Simpati Pemain
Kebijakan ini mendapat perhatian luas, tak hanya dari publik Italia, tetapi juga pendukung Como di tanah air. Klub yang kini ditangani Cesc Fabregas sebagai pelatih, menyebut kontribusi tersebut sebagai wujud solidaritas dan rasa terima kasih kepada kota yang sudah menjadi rumah mereka. Fabregas dalam pernyataannya menegaskan, sepak bola bukan sekadar hasil di lapangan, melainkan alat untuk menyatukan orang dalam suka maupun duka. Dengan stadion Sinigaglia yang berada tepat di tepi danau, para pemain pun merasakan langsung ancaman banjir. Karena itu, sikap cepat manajemen dinilai selaras dengan semangat kebersamaan yang selama ini diusung klub.
Solidaritas di Tengah Krisis
Langkah Como menghibahkan seluruh pemasukan pertandingan memberi pesan kuat tentang peran sosial olahraga. Di tengah krisis iklim yang kian sering memicu bencana, klub sepak bola dapat menjadi penggerak solidaritas yang nyata. Apa yang dilakukan Como menunjukkan bahwa kehadiran pemilik asing dari Indonesia tidak sebatas investasi, melainkan juga kepedulian sosial terhadap komunitas lokal. Bagi warga, bantuan ini lebih dari sekadar dana; ia menjadi bukti bahwa klub kebanggaan mereka berdiri bersama ketika musibah datang. Dalam suasana sulit, sepak bola kembali membuktikan diri sebagai jembatan empati yang menguatkan ikatan antara tim dan masyarakat.

