Suasana dunia hiburan mendadak ramai pada Jumat (10/10) setelah Jisoo BLACKPINK dan Zayn Malik resmi merilis single duet bertajuk Eyes Closed. Lagu ini menjadi momen comeback Jisoo setelah sekian lama fokus pada aktivitas solonya dan proyek akting. Sementara bagi Zayn, rilisan ini memperkaya portofolio musikalnya pasca sukses dengan album Amortage. Duet lintas benua antara penyanyi Korea Selatan dan Inggris ini langsung mencuri perhatian. Bukan hanya karena popularitas keduanya, tetapi juga karena keunikan gaya vokal mereka yang berpadu lembut namun kuat. Dalam video musik yang tayang di YouTube. Keduanya tampil dalam nuansa sinematik penuh emosi. Menggambarkan kisah cinta yang bertahan meski jarak memisahkan.
Proses Kreatif dan Tim Produksi
“Eyes Closed” diproduseri oleh tim kenamaan seperti Jordan Johnson, Stefan Johnson, Mikky Ekko, dan Alex Hope. Nama-nama yang sebelumnya terlibat dalam karya internasional seperti Your Love dan Earthquake. Lagu ini mengusung genre pop dengan sentuhan R&B modern. Memadukan ritme lembut dan lirik introspektif yang menggambarkan perjuangan mempertahankan perasaan di tengah keterpisahan. Jisoo menunjukkan sisi vokal yang lebih matang. Sementara Zayn mempertahankan karakter khasnya yang soulful. The Korea Herald melaporkan, kolaborasi ini berawal dari pertemuan keduanya di New York pada awal tahun, yang kemudian berkembang menjadi proyek serius setelah mereka menemukan kecocokan musikal. Kolaborasi ini juga menjadi simbol keterbukaan industri musik global yang kini semakin melebur tanpa batas bahasa maupun budaya.
Resonansi dan Makna Emosional
Tak butuh waktu lama, Eyes Closed langsung menduduki tangga musik digital di Korea dan Inggris hanya beberapa jam setelah rilis. Para penggemar dari dua fandom besar, BLINK dan Zquad, membanjiri media sosial dengan pujian. Banyak yang menilai lagu ini bukan sekadar proyek kolaborasi, melainkan karya yang menggambarkan perjalanan emosional dua artis yang telah sama-sama tumbuh dari masa remaja menuju kematangan pribadi. Dalam wawancara singkat, Zayn menyebut lagu ini sebagai “refleksi tentang cinta yang tetap hidup bahkan saat dunia terasa diam.” Sementara Jisoo mengungkapkan, ia berharap Eyes Closed bisa menjadi lagu yang menemani siapa pun yang pernah merasa kehilangan atau merindukan seseorang. Melalui kolaborasi ini, Jisoo dan Zayn tak hanya menyatukan suara, tapi juga membangun jembatan emosional yang melampaui batas budaya. Membuktikan bahwa musik, sejatinya, adalah bahasa universal.

