Penulis thriller asal Inggris, Ruth Ware, kembali mencuri perhatian setelah novelnya The Woman in Cabin 10 diadaptasi menjadi film Netflix yang dibintangi Keira Knightley. Dalam wawancaranya dengan The Hollywood Reporter, Ware mengaku perjalanan menuju layar lebar itu panjang dan penuh ketidakpastian. Buku yang terbit pada 2016 itu semula dipegang perusahaan lain sebelum akhirnya dibeli Netflix. “Saya tak menyangka benar-benar akan terwujud sampai mendapat kabar bahwa Keira Knightley terlibat. Itu terasa luar biasa,” ujarnya. Film arahan Simon Stone ini menampilkan Knightley sebagai jurnalis Lo Blacklock, yang menyaksikan misteri di atas kapal mewah namun tak seorang pun mempercayainya. Bagi Ware, melihat kisahnya hidup di layar adalah pengalaman menegangkan sekaligus memuaskan. “Mereka menangkap atmosfer yang saya bayangkan. Dingin, elegan, tapi penuh ancaman. Saya sangat senang,” katanya.
Dari Kapal ke Suite: Lo Blacklock Kembali
Bersamaan dengan rilis filmnya, Ware juga meluncurkan sekuel bertajuk The Woman in Suite 11. Dalam novel ini, Lo menghadiri pembukaan hotel mewah di Swiss milik miliarder tertutup. Di sana, ia terseret lagi ke misteri berbahaya setelah bertemu seorang perempuan yang mengaku berada dalam bahaya hidup dan mati. Ware menilai karakter Lo mencerminkan sosok jurnalis yang tak bisa berpaling dari masalah. “Dia punya sedikit kompleks penyelamat. Ia merasa bertanggung jawab menyelesaikan sesuatu, bahkan ketika tahu seharusnya tidak,” tutur Ware. Ide untuk menulis kelanjutan kisah itu muncul setelah bertahun-tahun mendapat pertanyaan pembaca tentang nasib Lo setelah trauma di kapal. Kali ini, Ware menggali sisi kemanusiaan sang tokoh yang lebih matang. Seorang ibu yang mencoba menemukan tempatnya di dunia media, sambil bergulat dengan luka masa lalu.
Suara Perempuan dan Daya Tahan Cerita
Ware menekankan bahwa baik film maupun novel terbarunya berbicara soal pentingnya mendengarkan suara perempuan—terutama ketika mereka tak dipercaya. “Ada amarah yang mengalir di Cabin 10, dan itu bukan tanpa alasan. Saya ingin menunjukkan bagaimana perempuan sering diabaikan meski mereka benar,” katanya. Keira Knightley sendiri, menurutnya, berhasil menangkap dualitas Lo: rapuh namun tegar, cantik namun keras kepala. “Dia membuat Lo hidup dengan caranya sendiri,” puji Ware. Saat ditanya apakah ada proyek adaptasi lain, Ware mengonfirmasi beberapa bukunya, termasuk The Lying Game dan In a Dark, Dark Wood, sedang digarap untuk layar. Namun baginya, kembalinya Lo Blacklock menandai sesuatu yang lebih pribadi. Sebuah perjalanan panjang dari ruang menulis hingga layar Netflix, di mana kisah tentang keberanian, trauma, dan kebenaran menemukan rumah barunya di mata dunia.

