Pangeran Andrew Disingkirkan, Monarki Inggris Tegas Bersih dari Skandal Epstein

andrew inggris

Istana Buckingham akhirnya mengambil langkah tegas terhadap Pangeran Andrew setelah serangkaian skandal yang menjeratnya kembali mencuat. Email yang bocor menunjukkan Andrew tetap berhubungan dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, jauh setelah ia mengaku telah memutuskan hubungan. Dalam pernyataannya Jumat lalu, Andrew menyatakan setuju untuk melepaskan sisa gelar kerajaannya agar tidak “mengganggu pekerjaan Yang Mulia Raja.” Namun, di balik kata-kata diplomatis itu, para pengamat menilai langkah tersebut adalah pembuangan terhormat. Craig Prescott, pakar konstitusi dari Royal Holloway University of London, menilai tindakan Andrew yang menyesatkan publik adalah “dosa tak terampuni.” Ia menegaskan, “Mengatakan sesuatu yang terbukti tidak benar adalah titik patah kepercayaan masyarakat.”

Tekanan dari Raja Charles dan Pangeran William

Langkah ini muncul di tengah upaya Raja Charles III, yang kini berusia 76 tahun dan menjalani perawatan kanker, untuk menjaga stabilitas monarki di bawah penerusnya, Pangeran William. William sendiri telah menegaskan visinya bahwa kerajaan harus menjadi “kekuatan untuk kebaikan.” Namun, kata Prescott, “Dalam banyak hal, Pangeran Andrew adalah kebalikannya — dan tidak ada tempat untuk itu di monarki modern.” Andrew, 65 tahun, pernah menjadi perwira Angkatan Laut selama dua dekade sebelum menjalankan tugas kerajaan pada 2001. Sejak wawancara bencananya dengan BBC pada 2019, di mana ia gagal menunjukkan empati kepada korban Epstein, reputasinya terus menurun. Wawancara tersebut bahkan memicu gelombang kecaman publik yang akhirnya membuatnya melepaskan tugas publik. Kini, tekanan dari Raja dan Pangeran William disebut begitu besar hingga memaksanya mundur sepenuhnya. “Kita bisa bilang dia jatuh di pedangnya sendiri, tapi kenyataannya dia didorong ke sana,” kata komentator kerajaan Jennie Bond.

Monarki Berusaha Bersih dari Bayang Skandal

Keputusan untuk menyingkirkan Andrew datang di saat krusial. Raja Charles tengah mempersiapkan kunjungan kenegaraan ke Vatikan, di mana ia dijadwalkan berdoa bersama Paus Leo XIV — bagian dari misinya membangun jembatan antaragama. George Gross, pakar teologi dari King’s College London, menyebut keputusan ini “cara tercepat menurunkan status Andrew tanpa harus melibatkan Parlemen.” Langkah ini juga dipandang sebagai upaya melindungi reputasi Ratu Camilla dan Duchess of Edinburgh yang aktif dalam isu kekerasan seksual. Dengan keputusan ini, kata Prescott, “monarki berharap bisa benar-benar memutus hubungan antara institusi kerajaan dan Pangeran Andrew.” Bila masih ada skandal baru di masa depan, semua tanggung jawab kini ada di pundak Andrew sendiri — bukan lagi pada keluarga kerajaan Inggris.