Drama di Turin: Igor Tudor Teriaki Pemain, Pagi Harinya Langsung Dipecat Juventus

tudor juventus

Juventus resmi memecat Igor Tudor setelah kekalahan 0-1 dari Lazio di Stadion Olimpico. Laga tersebut menjadi titik puncak dari performa buruk tim yang gagal mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun. Media Italia, Tuttosport, menulis bahwa Tudor kehilangan kendali ruang ganti usai berdebat keras dengan para pemain di ruang ganti. Ia disebut meneriaki Andrea Cambiaso di tengah laga karena kecewa dengan penampilannya. “Kostic melakukan pemanasan karena saya melihat Cambiaso tidak dalam kondisi baik,” kata Tudor kepada DAZN Italia. Kekalahan dari Lazio memperpanjang rentetan hasil tanpa kemenangan Juventus menjadi delapan laga beruntun, rekor terburuk klub sejak 1991.

Ketegangan Memuncak Usai Kekalahan dari Lazio

Sumber internal Juventus menyebut bahwa emosi Tudor memuncak di ruang ganti usai laga. Ia menuduh para pemain tampil tanpa semangat dan tidak menjalankan instruksinya. Para pemain pun membalas dengan nada kesal, hingga terjadi adu mulut panas. Situasi itu membuat hubungan Tudor dengan skuadnya benar-benar retak. “Pertengkaran di ruang ganti menjadi pertanda akhir masa jabatannya,” tulis Tuttosport. Dalam perjalanan pulang ke Turin, suasana tim disebut sangat dingin dan canggung. Keesokan paginya, Tudor menerima panggilan telepon resmi dari manajemen yang mengabarkan pemecatannya. Posisi pelatih kini diambil alih oleh Massimo Brambilla, pelatih tim Juventus Next Gen, yang ditunjuk sebagai caretaker sementara.

Akhir Tragis dari Awal yang Menjanjikan

Musim ini sejatinya dimulai dengan baik bagi Tudor, yang sempat membawa Juventus menang tiga kali beruntun. Namun setelah itu, performa tim anjlok drastis. Dari sembilan laga terakhir, Juventus hanya mengoleksi lima hasil imbang dan empat kekalahan. Kritik datang dari berbagai pihak, terutama terhadap cara Tudor mengelola ruang ganti dan rotasi pemain. Situasi ini menjadi refleksi betapa rapuhnya stabilitas di klub besar seperti Juventus ketika hasil tak berpihak. Keputusan memecat Tudor di pagi hari menunjukkan bahwa manajemen tak ingin menunda perombakan demi menyelamatkan musim. Kini, Brambilla ditugaskan membangkitkan kembali semangat “Si Nyonya Tua” yang kehilangan arah di Serie A.