Denpasar dan Badung Segera Realisasikan Proyek PSEL Berbasis Energi Bersih

psel listrik

Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung semakin mantap melangkah merealisasikan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini rencananya akan dibangun di lahan seluas enam hektare milik Pelindo di kawasan barat Denpasar. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah dipenuhi sesuai arahan pemerintah pusat. Ia menegaskan Denpasar siap menyuplai 700 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL. “Kami sudah menandatangani surat kesanggupan dengan Badung terkait suplai sampah. Sekarang, tinggal menunggu tahapan lanjutan dari pihak Danantara,” ujar Arya Wibawa optimistis. Ia menambahkan bahwa PSEL ini akan menjadi langkah besar dalam mengubah paradigma penanganan sampah dari sekadar pembuangan menjadi sumber energi ramah lingkungan.

Sosialisasi dan Persiapan Teknis Dimatangkan

Pemkot Denpasar berencana segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, tepatnya di kawasan barat Pelindo. Menurut Arya Wibawa, sosialisasi menjadi hal penting agar masyarakat memahami tujuan, manfaat, serta mekanisme pengolahan yang akan diterapkan. Pemerintah memastikan bahwa lahan yang digunakan telah memenuhi ketentuan minimal lima hektare sesuai aturan pusat. Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan sistem logistik pengangkutan sampah yang efisien agar distribusi ke lokasi PSEL berjalan lancar. Sebelumnya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rapat koordinasi nasional PSEL yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, dipimpin langsung oleh Menteri Zulkifli Hasan. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antar daerah dan memastikan kesiapan teknis setiap pemerintah daerah penerima proyek.

Transformasi Menuju Kota Hijau dan Berkelanjutan

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara menekankan bahwa pembangunan PSEL tidak hanya menjadi solusi atas persoalan penumpukan sampah, tetapi juga bagian penting dari upaya Denpasar bertransformasi menuju kota hijau dan berketahanan energi. Melalui proyek ini, sampah yang selama ini menjadi masalah justru akan menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap kehadiran PSEL mampu mengurangi beban TPA Suwung sekaligus mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin masyarakat ikut merasa memiliki proyek ini. Sebab, keberhasilan pengelolaan sampah memerlukan partisipasi semua pihak,” katanya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan sinergi lintas daerah, proyek PSEL di Denpasar diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern berbasis energi bersih di Indonesia.