Luciano Spalletti Resmi Jadi Pelatih Juventus Gantikan Igor Tudor

luciano spalletti

Mantan pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, kini resmi kembali ke Serie A. Keputusan ini datang dari manajemen Juventus yang telah mencapai kesepakatan final. Spalletti akan segera menukangi tim berjuluk Bianconeri itu. Ia ditunjuk sebagai juru taktik baru di Turin untuk menghadapi sisa kompetisi Liga Italia (Serie A) 2025–2026. Penunjukan ini terjadi setelah Juventus mengambil langkah tegas. Mereka memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih sebelumnya, Igor Tudor.

Pergantian kepemimpinan di kursi pelatih ini dipicu oleh hasil yang sangat tidak memuaskan. Klub raksasa Italia itu memerlukan perubahan signifikan di tengah musim berjalan. Pengumuman resmi ini pertama kali beredar luas pada hari Rabu, 29 Oktober 2025. Jurnalis olahraga ternama Italia, Fabrizio Romano, yang mengonfirmasi kabar tersebut. Spalletti kini membawa harapan besar bagi para penggemar yang merindukan kejayaan tim. Ia ditugaskan memimpin Juventus dalam upaya mereka merebut kembali posisi terhormat di kancah domestik dan Eropa.

Akibat Rentetan Hasil Buruk dan Rekam Jejak Sang Pelatih

Keputusan memecat Igor Tudor adalah respons langsung dari performa buruk tim. Dalam delapan pertandingan terakhir di Serie A, Juventus tidak mampu meraih hasil yang konsisten. Mereka tercatat menelan tiga kekalahan memalukan dan lima hasil imbang mengecewakan. Kemenangan terakhir tim terjadi pada 13 September 2025 saat mereka menundukkan rival Inter Milan. Momen positif itu ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan nasib Tudor di Allianz Stadium.

Sementara itu, penunjukan Spalletti didasari oleh latar belakang kepelatihannya yang sangat mentereng. Pelatih berusia 65 tahun ini sudah sangat familiar dengan atmosfer kompetisi Liga Italia (Serie A). Dirinya pernah membesut sejumlah klub besar yang memiliki tuntutan gelar tinggi. Klub-klub tersebut antara lain adalah AS Roma, Inter Milan, hingga Napoli.

Prestasi puncaknya datang saat ia membawa Napoli menjadi juara Serie A pada musim 2022–2023. Gelar prestisius itu mengakhiri penantian panjang klub Partenopei di liga domestik. Sebelumnya, Spalletti juga sudah pernah memberikan tiga trofi untuk AS Roma. Trofi itu termasuk dua gelar Coppa Italia serta satu Supercoppa Italia. Berdasarkan Fabrizio Romano, kesepakatan lisan antara Juventus dan Spalletti berlaku hingga Juni 2026. Klub juga menyertakan opsi perpanjangan kontrak jika sang pelatih berhasil membawa Juventus lolos ke Liga Champions musim depan.

Ekspektasi Karisma dan Harapan Penebusan Dosa Azzurri

Tugas yang menanti Spalletti di Juventus jelas tidak ringan, bahkan cenderung berat. Hingga pekan kedelapan Serie A 2025–2026, posisi Juventus terperosok. Mereka kini tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan perolehan 12 poin. Kekalahan 0-1 dari Lazio pada 27 Oktober 2025 semakin memperburuk posisi tim di papan tengah.

Spalletti diharapkan mampu memperbaiki penampilan tim secara menyeluruh. Ia juga harus mengembalikan mental juara yang seolah hilang dari skuat Bianconeri saat ini. Mantan pelatih legendaris Juventus, Fabio Capello, memberikan dukungannya terhadap penunjukan ini. Capello menilai penunjukan Spalletti adalah sebuah langkah yang sangat tepat bagi Juventus.

Capello mengatakan bahwa Luciano adalah pelatih dengan kualitas luar biasa. Dia punya segudang pengalaman dan pernah menangani banyak klub top dan juga menjuarai liga. “Setelah kekecewaan dengan Italia, di dalam dirinya akan ada keinginan untuk penebusan yang bisa jadi nilai tambahan dalam situasi seperti ini,” kata Capello, dikutip dari Football Italia. Capello menambahkan, “Apa lagi yang bisa lebih baik ketimbang memulai kembali dari klub bersejarah dan prestisius seperti Juventus?”. Ia percaya bahwa Spalletti memiliki karisma yang tepat. Karisma ini dibutuhkan untuk mengangkat Juventus dari keterpurukan performa mereka. Misi Spalletti kini adalah memulihkan status dominan Juventus di Italia dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.