Pertandingan pekan keempat Liga Champions telah selesai digelar Kamis dini hari. Sejumlah hasil mengejutkan muncul dari berbagai lapangan di Eropa. Manchester City dan Inter Milan mengamankan poin penuh yang krusial. Kemenangan ini memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara grup. Namun nasib berbeda dialami dua tim raksasa lainnya. Barcelona dan Chelsea harus puas dengan hasil imbang yang kurang memuaskan. Laga-laga ini menunjukkan persaingan di fase grup semakin memanas. Setiap klub berjuang keras demi satu tiket menuju babak gugur.
Manchester City sukses memetik kemenangan telak saat menjamu Borussia Dortmund. Skor akhir 4-1 menjadi bukti ketajaman lini serang The Citizens. Phil Foden menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol penting. Gol dicetaknya pada menit ke-22 dan menit ke-57. Striker andalan mereka Erling Haaland juga ikut menyumbang gol (29′). Gol penutup dicetak Rayan Cherki menjelang akhir pertandingan (90′). Ini adalah respons positif Man City setelah sebelumnya ditahan imbang Monaco 2-2. Di sisi lain, Inter Milan juga tampil meyakinkan. Nerazzurri berhasil menundukkan Kairat Almaty dengan skor tipis 2-1. Gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Romelu Lukaku (28′) dan Henrikh Mkhitaryan (80′).
Drama Enam Gol dan Kekecewaan di Camp Nou
Beralih ke Camp Nou, Barcelona gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Mereka harus berbagi angka dengan Club Brugge dengan skor 3-3. Laga ini diwarnai drama enam gol yang tercipta sepanjang 90 menit. Raphinha tampil menawan dengan mencetak dua gol untuk Blaugrana. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-10 dan 35. Gavi kemudian menambahkan satu gol pada menit ke-75. Sayangnya, pertahanan Barcelona terlihat rapuh dan mudah ditembus lawan. Club Brugge berhasil mencetak gol melalui Lang (5′, 55′) dan Sowah (59′). Hasil ini jelas membuat pelatih dan para penggemar merasa kecewa.
Sementara itu, Chelsea juga mengalami nasib serupa di laga tandang. The Blues bermain imbang 2-2 saat melawan Qarabag. Dua gol Chelsea disumbangkan oleh Noni Madueke (40′) dan Nicolas Jackson (70′). Namun Qarabag membalas melalui gol dari Zoubir (20′) dan Jafarguliyev (65′). Kegagalan ini menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mereka perlu memperbaiki koordinasi antar lini sebelum menghadapi laga berikutnya.
Konsekuensi Hasil Imbang dan Jalan Menuju 16 Besar
Hasil pertandingan pekan keempat ini membawa konsekuensi langsung pada peta persaingan. Kemenangan telak membawa Manchester City memimpin Grup A dengan 10 poin. Mereka kini unggul satu angka dari pesaing terdekatnya, Borussia Dortmund. Inter Milan juga nyaman di puncak klasemen Grup H. Mereka mengumpulkan 12 poin setelah meraih empat kemenangan. Berbanding terbalik, hasil imbang yang didapat Barcelona dan Chelsea menjadi lampu kuning. Kedua tim harus berjuang lebih keras di sisa dua pertandingan grup. Mereka tidak boleh lagi terpeleset jika ingin lolos ke fase knockout dengan aman.
Khususnya Barcelona, hasil imbang 3-3 di kandang sendiri adalah kerugian besar. Mereka harus segera membenahi lini pertahanan yang terekspos. Begitu pula dengan Chelsea yang hanya mampu bermain 2-2. Mentalitas tim besar harus kembali ditunjukkan di kompetisi sekelas Liga Champions. Dua pekan ke depan akan menjadi penentu nasib bagi banyak tim di Eropa. Para penggemar sepak bola tentu menantikan drama dan kejutan yang tersisa. Mereka berharap para raksasa dapat segera bangkit menunjukkan kualitas terbaiknya. Semua mata akan tertuju pada laga-laga penentu yang tersisa.

