Regulasi Paspor Baterai Didorong Demi Keamanan dan Ekonomi Sirkular EV

paspor baterai

Pakar ITB Yannes Pasaribu kembali menegaskan pentingnya regulasi paspor baterai nasional. Ia menilai Indonesia membutuhkan sistem identitas baterai yang jelas dan terstruktur. Paspor baterai memastikan setiap baterai kendaraan listrik memiliki rekam data lengkap. Sistem ini mencatat jenis kimia, tanggal produksi, dan riwayat pemakaian. Informasi tersebut membantu evaluasi kondisi baterai secara akurat dan cepat. Yannes menilai transparansi tersebut penting bagi keselamatan konsumen kendaraan listrik. Regulasi diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan baterai bekas yang tidak layak pakai. Ia menekankan bahwa ekosistem kendaraan listrik membutuhkan fondasi regulasi kuat. Pemerintah diminta bertindak cepat karena adopsi EV terus meningkat. Percepatan regulasi akan mendukung keamanan dan keandalan industri kendaraan listrik nasional.

Penguatan Ekonomi Sirkular dan Tanggung Jawab Produsen

Yannes menjelaskan paspor baterai sebagai pilar penting ekonomi sirkular kendaraan listrik. Sistem ini membantu memilah baterai layak pakai ulang atau wajib didaur ulang. Proses penyortiran tersebut mengurangi risiko limbah baterai berbahaya di masyarakat. Ia menilai kebijakan EPR sangat penting dalam kerangka pengelolaan baterai nasional. Produsen diwajibkan menarik kembali baterai bekas melalui mekanisme pengawasan resmi. Kebijakan tersebut memastikan baterai tidak berakhir di lokasi pembuangan biasa. Yannes menyatakan industri harus bertanggung jawab penuh atas siklus hidup baterai. Ia meminta regulasi dinaikkan ke level undang-undang nasional. Aturan kuat akan memaksa seluruh pelaku industri mengikuti standar bersama. Implementasi paspor baterai akan mendorong industri daur ulang berkembang pesat.

Mitigasi Risiko Lingkungan dan Penguatan Ekosistem EV

Yannes memperingatkan risiko serius bila baterai EV dibuang tanpa standar jelas. Baterai mengandung material berharga yang harus dipulihkan melalui proses aman. Paspor baterai memungkinkan analisis komposisi baterai secara rinci dan cepat. Data tersebut membantu industri menentukan metode pemulihan yang paling efisien. Sistem ini juga membantu memetakan potensi daur ulang logam penting nasional. Yannes menilai regulasi kuat akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Ia menyebut pengelolaan baterai terstruktur sebagai syarat keberlanjutan industri EV. Tanpa regulasi, limbah baterai dapat menjadi beban lingkungan serius. Pemerintah perlu memadukan pengawasan teknis dan tanggung jawab perusahaan. Penerapan paspor baterai akan menciptakan ekosistem EV aman, bersih, dan berkelanjutan.