Suara mesin espresso berdesis memenuhi udara. Aroma kopi segar menyeruak dari cangkir-cangkir yang baru diseduh. Renauldy Darma Wijaya, juara Starbucks Asia-Pacific Latte Art Championship 2024, tampak tenang saat memperagakan gerakan tangannya di atas gelas latte. Ia menegaskan, membuat latte art tak sesulit yang dibayangkan, asalkan pemula mau belajar dari dasar dengan pendampingan barista berpengalaman. “Kuncinya sabar dan peka terhadap tekstur susu,” katanya dalam kelas barista di Jakarta Selatan. Suasana kelas terasa hangat, dengan peserta fokus memperhatikan setiap gerakan tuangannya yang presisi. Beberapa tampak mencatat langkah-langkah penting, sementara yang lain tersenyum kagum melihat bentuk hati muncul dari busa susu.
Kiat Penting dari Barista Profesional
Aldy menjelaskan lima hal yang wajib diperhatikan agar latte art berhasil. Pertama, gunakan susu segar karena glukosa dan proteinnya ideal untuk membentuk microfoam lembut dan mengilap. Bagi yang alergi laktosa, susu almond atau oat bisa menjadi alternatif. Kedua, perhatikan rasio kopi dan susu. Untuk satu shot espresso, gunakan tiga hingga empat bagian susu agar rasa seimbang. Ketiga, pilih peralatan sesuai kemampuan. Jika tak punya mesin espresso, gunakan milk frother bertenaga baterai. Keempat, panaskan susu hingga 60–65 derajat Celsius dan ketuk perlahan sebelum menuang. Terakhir, mulai dari pola sederhana seperti hati, lalu lanjutkan ke tulip atau rosetta. Aldy menegaskan, kesalahan umum pemula adalah menuang terlalu cepat atau terlalu tinggi. “Latte art itu seperti menulis dengan susu, harus tenang dan stabil,” ujarnya sambil tersenyum.
Seni di Balik Secangkir Kopi
Membuat latte art bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bentuk ekspresi diri. Dalam setiap cangkir, ada keseimbangan antara presisi dan intuisi. Aldy percaya, kesempurnaan bukan pada bentuk, melainkan pada proses memahami bahan dan alat. Ia menutup kelas dengan senyum lebar, melihat para peserta tersenyum bangga pada hasil pertama mereka. “Setiap goresan di permukaan kopi adalah cerita,” ujarnya. Dari dapur rumah hingga kafe profesional, seni latte art menjadi simbol kehangatan, kreativitas, dan cinta pada kopi. Kini, dengan teknik dasar dan sedikit latihan, siapa pun bisa menghadirkan seni di permukaan kopi mereka sendiri. Tak hanya indah dipandang, tapi juga menambah kenikmatan setiap tegukan yang disajikan dengan hati.

