Perhimpunan Fotografer Bali (PFB) kembali mencatat sejarah manis di dunia fotografi nasional. Dalam ajang bergengsi Salon Foto Indonesia (SFI) ke-45 yang digelar di Medan pada 12 September 2025, PFB sukses mempertahankan gelar sebagai Best Club untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada klub dengan perolehan poin tertinggi dari seluruh kategori lomba, sebuah bukti konsistensi dan kualitas karya para fotografer Bali di panggung nasional. Sorak sorai kebanggaan pun menggema ketika nama PFB diumumkan sebagai juara, menegaskan dominasi mereka dalam dunia fotografi Indonesia.
Baca juga : Teba Modern, Solusi Kearifan Lokal Bali Atasi Krisis Sampah
Trofi best Club, Piala Adam Malik dan Best Youth Jadi Sorotan
Tidak hanya membawa pulang trofi Best Club, momen ini kian istimewa dengan lahirnya dua pencapaian individu yang mencuri perhatian. Fotografer Anom Manik Agung berhasil meraih Piala Adam Malik, sebuah penghargaan prestisius bagi peraih poin individu tertinggi. Gelar ini terasa bersejarah karena terakhir kali dibawa pulang fotografer asal Bali adalah dua dekade silam. Sementara itu, sejarah baru tercipta lewat hadirnya Piala Best Youth, penghargaan perdana bagi fotografer muda di bawah 25 tahun. Insan Kamil keluar sebagai penerima pertama, menjadi simbol semangat generasi baru Bali yang siap meneruskan tongkat estafet dunia fotografi. Ketua PFB, I Made Dana, dengan bangga menegaskan, “Ini pencapaian luar biasa! Semangat dan kerja sama anggota benar-benar luar biasa,” seraya menyebut kontribusi 39 anggota dalam empat kategori utama: Cetak Warna, Cetak Monokrom, Softcopy Travel, dan Softcopy Street.
Inspirasi bagi Generasi
Kemenangan beruntun Perhimpunan Fotografer Bali bukan sekadar deretan piala di lemari prestasi. Ini menjadi cerminan dari kreativitas, dedikasi dan kerja sama yang solid. Pencapaian ini membuktikan bahwa anak-anak muda Bali tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menginspirasi komunitas fotografi di seluruh Nusantara. Lebih dari itu, keberhasilan PFB menegaskan pentingnya wadah komunitas dalam mengasah bakat, membangun solidaritas, dan menyalurkan energi positif untuk menghasilkan karya-karya yang diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semangat kolektif inilah yang menjadikan PFB bukan hanya klub fotografi, melainkan simbol kebanggaan dan identitas kreatif Bali yang terus bersinar.

