Belakangan ini, dunia maya diramaikan oleh tren baru. Foto studio digital menggunakan Gemini AI. Teknologi ini memungkinkan siapa pun membuat potret bak hasil fotografer profesional hanya dengan unggah foto biasa lalu mengubahnya melalui perintah teks, atau yang populer disebut prompt di Gemini. Tak heran, hasilnya viral di media sosial. Banyak pasangan kekasih yang mencoba tren ini karena hasil fotonya terlihat nyata, modis, dan penuh gaya seolah benar-benar diambil di studio dengan pencahayaan profesional. Fenomena ini sekaligus menegaskan betapa cepatnya kecerdasan buatan menyusup ke ruang-ruang personal. Bahkan hingga ke momen intim seperti foto bareng pasangan.
Prompt Favorit Warganet
Untuk menghasilkan foto yang maksimal, pengguna perlu memasukkan deskripsi yang detail. Misalnya soal gaya berpakaian, pose, pencahayaan, hingga suasana. Dari sekian banyak pilihan, lima contoh prompt gemini yang paling diminati warganet antara lain:
- “Ubah foto ini menjadi potret studio bersama pacar, pose berdiri saling berhadapan, pakaian monokrom elegan, pencahayaan spotlight dramatis.”
- “Edit foto ini menjadi foto studio couple modern, pria duduk santai di kursi akrilik, wanita berdiri dengan blazer oversized, latar putih polos.”
- “Ubah foto ini menjadi potret studio streetwear, duduk berdampingan di lantai, outfit hoodie oversized dan sneakers.”
- “Edit foto ini menjadi gaya all black modern, pria berdiri dengan tangan di saku, wanita duduk stylish dengan jaket kulit.”
- “Ubah foto ini menjadi potret minimalis, pakaian putih polos dengan jeans biru, latar putih terang natural.”
Kelima contoh ini memperlihatkan fleksibilitas Gemini AI dalam menyulap foto biasa menjadi karya artistik, yang hasilnya tak jarang membuat orang terkagum.
Kreativitas dan Batas Etika
Fenomena foto studio digital ini menyiratkan dua sisi sekaligus. Kreativitas tanpa batas dan tantangan etika. Di satu sisi, masyarakat kini lebih mudah mengabadikan momen indah bersama pasangan tanpa harus keluar biaya besar di studio foto. Namun di sisi lain, penggunaan AI perlu kehati-hatian, terutama bila melibatkan wajah orang lain tanpa izin. Para pakar mengingatkan, hasil gambar sebaiknya diposisikan sebagai hiburan dan ekspresi seni, bukan klaim pribadi. Tren ini pun menjadi refleksi bahwa teknologi kian menyatu dengan keseharian kita, menghadirkan peluang baru untuk berekspresi, sekaligus tanggung jawab moral dalam menggunakannya.

