Pendiri Bumble, Whitney Wolfe Herd, kini menghadapi situasi langka yang jarang dialami para eksekutif teknologi. Hidupnya diangkat ke layar lebar tanpa keterlibatan langsung darinya. Hulu resmi merilis film biopik berjudul Swiped pada 8 September lalu. Dilakoni aktris Lily James yang memerankan sosok Wolfe Herd. Film ini menceritakan perjalanan Wolfe Herd dari cofounder Tinder hingga menjadi CEO Bumble dan wanita termuda yang membawa perusahaannya go public. Alih-alih bangga, Wolfe Herd justru merasa terguncang. Dalam wawancaranya dengan CNBC, ia mengaku kaget mengetahui proyek tersebut sudah berjalan jauh. “Saya bahkan sempat meminta pengacara dua tahun lalu untuk menghentikannya. Saya tidak ingin ada film tentang diri saya. Shut it down!” kenangnya.
Ketakutan dan Kebingungan
Reaksi Whitney Wolfe Herd memperlihatkan dilema besar. Ia mengaku tidak sanggup menonton trailer film itu sampai habis karena terasa “terlalu aneh.” Meski demikian, ia juga menyebut sebagai sebuah “kehormatan” bisa diperankan oleh Lily James. Perasaan campur aduk itulah yang membuatnya gamang. “Saya jelas merasa takut, tapi mungkin juga sedikit tersanjung,” ujarnya. Wolfe Herd sadar bahwa sebagai figur publik, ia hampir tak punya kuasa hukum untuk menghentikan proyek yang bersumber dari kisah hidupnya yang sudah banyak diketahui publik.
Eksplorasi dan Eksploitasi
Kisah ini tidak hanya soal seorang pengusaha sukses yang merasa terancam kehilangan kendali atas narasinya, tapi juga tentang fenomena Hollywood yang semakin gemar mengeksplorasi drama Silicon Valley. Setelah The Dropout tentang Elizabeth Holmes hingga WeCrashed mengenai Adam Neumann, kini giliran Wolfe Herd yang masuk sorotan. Ironisnya, perempuan yang selama ini memperjuangkan kendali perempuan dalam interaksi digital justru merasa tak berdaya ketika kisah hidupnya dikemas pihak lain. Dengan nada pasrah, Wolfe Herd hanya berkata, “Mungkin suatu hari saya akan menontonnya. Saya harus siap dengan popcorn dan lihat saja nanti”.

