Raksasa Liga Inggris, Liverpool, kini tengah dilanda krisis performa yang sangat dalam. Mereka menelan hasil negatif yang sangat memprihatinkan. Klub berjuluk The Reds itu telah menderita total tujuh kekalahan menyakitkan. Rentetan hasil buruk ini terjadi hanya dalam kurun waktu 32 hari terakhir. Puncak dari periode gelap ini terjadi di Stadion Anfield, kandang mereka sendiri.
Pada pertandingan terakhir, Liverpool dilibas habis oleh Crystal Palace. Laga tersebut merupakan babak 16 besar kompetisi Carabao Cup. Pertandingan berlangsung pada hari Rabu, 29 Oktober 2025 dini hari WIB. Anak asuh Arne Slot itu menyerah tanpa perlawanan dengan skor telak 0-3. Hasil memalukan ini langsung memastikan Liverpool tersingkir dari ajang piala domestik tersebut. Liverpool memang tampil tanpa beberapa pemain bintang utama mereka. Kekalahan ini menggarisbawahi tren buruk yang terus menghantui klub Merseyside ini.
Rotasi Bintang dan Daftar Kegagalan yang Memanjang
Keputusan pelatih Arne Slot menurunkan banyak pemain pelapis harus dibayar mahal. Tim tampil tanpa pilar utama seperti Virgil Van Dijk, Mohamed Salah, dan Cody Gakpo. Bahkan pemain muda menjanjikan Hugo Ekitike juga diistirahatkan. Ketiadaan pemain-pemain inti ini membuat Liverpool tidak berdaya menghadapi Palace. Kekalahan 0-3 di Anfield menjadi bukti nyata betapa rapuhnya kedalaman skuad The Reds saat ini.
Secara statistik, Liverpool hanya mampu meraih satu kemenangan saja dari delapan laga terakhir mereka. Kemenangan itu diraih atas Eintracht Frankfurt di Liga Champions dengan skor 5-1. Namun, satu kemenangan tidak cukup untuk menutupi daftar kegagalan yang terus memanjang. Laju buruk ini dimulai sejak akhir September lalu. Liverpool telah ditaklukkan Crystal Palace 2-1 di Premier League. Kemudian Galatasaray mengalahkan mereka 1-0 di Liga Champions. Tak lama berselang, Chelsea dan Manchester United juga menumbangkan The Reds. Chelsea menang 2-1, sementara United menang 2-1 di Anfield. Sebelum dibantai Palace di Carabao Cup, Liverpool juga kalah 2-3 dari Brentford. Hasil ini menambah tekanan luar biasa kepada tim pelatih dan pemain.
Tekanan pada Slot dan Misi Wajib Menang di Liga
Rentetan kekalahan ini jelas menimbulkan pertanyaan besar. Sorotan tajam kini diarahkan kepada taktik dan manajemen tim oleh Arne Slot. Sang pelatih mengakui bahwa situasi ini adalah sesuatu yang tidak normal. “Tidaklah lazim bagi Liverpool untuk kalah enam kali dari tujuh pertandingan,” ujar Slot kepada Sky Sports. Ia mengatakan hal itu merujuk pada hasil yang diperoleh timnya. Hasil buruk ini tentu menambah beban berat bagi pelatih asal Belanda tersebut.
Tekanan akan semakin meningkat menjelang pertandingan Premier League berikutnya. Pada akhir pekan mendatang, Liverpool akan menjamu Aston Villa yang sedang tampil impresif. Slot menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain bagi timnya. “Setiap pertandingan Liverpool wajib menang,” tegas Slot dengan nada lugas. Pernyataan ini menunjukkan tuntutan tinggi yang harus dipenuhi oleh para pemain The Reds. Pertandingan melawan Aston Villa akan menjadi ujian mental yang sangat krusial. Liverpool harus segera menemukan solusi untuk masalah mereka. Karakter juara dan semangat tempur tim harus segera dipulihkan. Jika tidak, peluang Liverpool meraih gelar di berbagai ajang bisa sirna di awal musim.

