Royal Enfield Dukung Program E10, Model Lama Masih Butuh Penyesuaian

royal enfield e10

Pemerintah bersiap menerapkan bahan bakar bensin bercampur etanol 10 persen (E10) pada tahun depan. Menyikapi hal itu, Royal Enfield memastikan semua motor barunya di Indonesia sudah siap menghadapi kebijakan E10 tersebut. Regional Marketing Manager APAC Royal Enfield, Anindya Dwiasti, mengatakan bahwa lini produk anyar tidak akan mengalami kendala. “Sebenarnya untuk model-model baru kita sih aman (menggunakan E10),” ujarnya di Bogor. Kesiapan ini merupakan hasil pengembangan mesin yang dirancang menyesuaikan spesifikasi global. Langkah pemerintah menuju bahan bakar etanol dinilai sejalan dengan arah industri otomotif dunia. Royal Enfield menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Model Lama Masih Butuh Penyesuaian

Meski demikian, Anindya menjelaskan bahwa motor Royal Enfield lama masih perlu pengecekan mendalam sebelum menggunakan E10. “Kalau untuk model-model lama, ini mesti kita cek lebih lanjut seperti apa,” katanya. Produk lawas umumnya masih memakai karburator dan belum memenuhi standar emisi Euro5. Model dengan mesin 350cc dan 500cc menjadi contoh yang perlu penyesuaian. Beberapa motor Royal Enfield di luar negeri bahkan telah memakai bahan bakar campuran etanol, membuktikan kesiapan teknologi mereka di pasar global. Penyesuaian teknis diperlukan agar performa mesin lama tetap optimal saat beralih ke E10. Royal Enfield menyatakan siap membantu konsumen memastikan keamanan mesin sebelum transisi dilakukan.

Dukungan terhadap Program Energi Bersih

Saat ini, Royal Enfield Indonesia menawarkan beragam lini produk, mulai dari Hunter, Classic, Bullet, Meteor, Himalayan, Guerrilla, hingga Super Meteor, Interceptor, dan Continental GT. Semua model baru itu dirancang agar kompatibel dengan BBM campuran etanol tanpa modifikasi besar. Dukungan terhadap E10 tak hanya soal teknis, tapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kebijakan energi bersih pemerintah. “Kami mendukung langkah positif pemerintah untuk bahan bakar ramah lingkungan,” ujar Anindya menutup pernyataan. Langkah Royal Enfield ini menegaskan citra mereka sebagai merek motor klasik yang tak sekadar menjaga warisan gaya, tapi juga beradaptasi dengan masa depan otomotif hijau.